Jumat, 17 Januari 2014
Sudahlah, Maafkan Saja!
Bayangkan Anda sedang menghadiri pesta yang amat meriah. Semua orang tampil dengan pakaian terbaik. Makanan yang dihidangkanpun tampak lezat dan mengundang selera. Saat Anda antre untuk mengambil makanan, tiba-tiba seseorang yang sangat Anda percaya berbisik di telinga Anda,
''Hati-hati, banyak makanan tak halal disini, bahkan ada beberapa yang beracun!''
Kuatnya Sebongkah Harapan
![]() |
| Buku "Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi" |
Kamis, 28 Juli 2011
Keuntungan masa muda
Seorang penyair sufi menulis :
“Setiap orang senang mengenang masa mudanya. Masa tatkala badan mereka kuat perkasa hingga mampu berbuat apa saja, gigi mereka masih utuh hingga mampu mengunyah apa saja, dan mata mereka masih jernih hingga dapat memandang apa saja.
Jarang di antara mereka mau mengenang perbuatan jelek yang mereka lakukan semasa muda, untuk diperbaiki di masa tua. Mereka jarang mengingat benda – benda haram yang mereka kunyah, untuk dibersihkan ketika mulut telah ompong. Mereka juga jarang memperhitungkan pandangan – pandangan yang tidak halal yang telah mereka umbar dengan matanya, untuk dimohonkan ampunan ketika mata sudah rabun.
Pada masa tua, semua orang hanya menyesalkan ketuannya belaka. Tidak mengisi ketuaan itu dengan tobat dan ibadat yang benar.”
Selasa, 26 Juli 2011
Beberapa perilaku manusia yang menghalangi dikabulkannya doa
Ibrahim bin Adham pernah ditanya oleh salah seorang muridnya, “Mengapa doa kita sering tidak dikabulkan padahal Allah memberikan jaminan akan mengabulkan doa hamba-Nya?” Ibrahim bin Adham menjawab, “Sesungguhnya Allah swt. akan selalu mengabulkan doa hamba-Nya, namun ada beberapa perilaku manusia yang menghalangi dikabulkannya doa, yaitu :
1. Kalian mengerti tentang Allah, tetapi mengapa kalian tidak menaatinya?
2. Kalian membaca Al Quran, tetapi mengapa kalian tidak mengamalkan isinya?
3. Kalian mengerti tentang setan, tetapi mengapa kalian mengikuti ajakannya?
4. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah saw., tetapi mengapa kalian mengingkari sunnahnya?
5. Kalian mengaku cinta pada surga, tetapi mengapa kalian tidak beramal untuknya?
6. Kalian mengaku takut neraka, tetapi mengapa kalian selalu melakukan dosa?
7. Kalian mengatakan bahwa mati itu pasti terjadi, tetapi mengapa kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya?
8. Kalian sibuk mengurus aib atau cela orang lain, tetapi mengapa kalian tidak mau memperhatikan aib sendiri?
9. Kalian memakan rezeki Allah, tetapi mengapa kalian tidak bersyukur kepada-Nya?
10. Kalian menguburkan mayat, tetapi mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?
Jadi, kalau doa belum terkabulkan, sebaiknya kita instrospeksi diri jangan berprasangka buruk pada Allah swt. kemungkinan besar doa itu tidak dikabulkan karena ulah kita sendiri.
Sumber artikel : Buku “Doa Orang – Orang Sukses” karya Ust. Aam Amirudin
Minggu, 24 Juli 2011
Nilai Sebuah Permata
Seorang laki-laki tersesat di tengah padang pasir. Beberapa hari ia kelaparan dan kehausan. Sambil tergeletak lesu, ia membayangkan keadaan dirumahnya: istri yang setia, anak-anak yang ceria, serta makanan dan minuman melimpah ruah.
“Seandainya sekarang ada sepiring nasi dan segelas air, tentu aku berani membelinya berapa pun juga,” keluh laki-laki itu.
Ketika mencoba bangkit, matanya menangkap kerlip cahaya putih. Ia gembira sekali. Ia menyangka itu berasal dari pantulan air.
“Setitik air.”
Langganan:
Postingan (Atom)
